Website Resmi SD Al Irsyad TICC Tegal

Suasana Hangat dan Penuh Keakraban Warnai Kegiatan Umpan Balik Monitoring Yayasan

Tegal–Dewan guru dari seluruh unit pendidikan di bawah naungan Yayasan Perguruan Al Irsyad Tegal—mulai dari TK, SD TNP, SD TICC, SMP, SMA hingga SMK—berkumpul dalam kegiatan umpan balik hasil monitoring manajerial pembelajaran, Kamis, (18/12). Kegiatan ini berlangsung dalam suasana hangat, penuh keakraban, dan sarat semangat kebersamaan antarpendidik lintas jenjang.

Kegiatan diawali dengan sambutan dari Ketua Yayasan, Ustadz Ali Taufik. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh guru atas dedikasi, kerja keras, dan komitmen dalam mendidik peserta didik di unit masing-masing. Ia menegaskan bahwa kegiatan monitoring dan umpan balik ini bukan untuk mencari kekurangan, melainkan sebagai sarana refleksi bersama demi peningkatan kualitas pembelajaran dan manajemen sekolah.

“Yayasan ingin tumbuh bersama para guru. Evaluasi ini adalah ruang belajar bersama agar kita bisa saling menguatkan dan terus bergerak ke arah yang lebih baik,” ujar Ali Taufik.

Kegiatan umpan balik kemudian disampaikan oleh para pengawas internal Yayasan. Amin Aziz, S.Pd., M.Pd. menyampaikan hasil monitoring terkait proses pembelajaran di kelas yang meliputi perencanaan pembelajaran, pelaksanaan proses belajar mengajar, kelengkapan administrasi guru, serta manajemen kelas. Penyampaian dilakukan secara komunikatif dan membangun, disertai apresiasi terhadap praktik-praktik baik yang telah diterapkan di unit sekolah.

Selanjutnya, Mr. Sunday Jamaluddin, M.Pd. memaparkan hasil monitoring pada pembelajaran Bahasa Inggris. Ia menyoroti strategi pembelajaran, keterlibatan siswa, serta penguatan kompetensi Bahasa Inggris yang disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan tiap jenjang pendidikan.

Sementara itu, Abu Tholib, S.HI., MSI menyampaikan umpan balik terkait kegiatan keagamaan di sekolah, seperti Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ) dan tahfidz. Ia menekankan pentingnya konsistensi pelaksanaan kegiatan keagamaan sebagai pondasi pembentukan karakter dan penguatan nilai-nilai spiritual peserta didik.

Suasana diskusi berlangsung cair dan penuh kehangatan. Para guru dari berbagai unit tampak antusias menyimak, berdiskusi, dan saling berbagi pengalaman. Perbedaan jenjang tidak menjadi sekat, justru menjadi ruang kolaborasi dan saling belajar.

Melalui kegiatan ini, Yayasan berharap terjalin sinergi yang semakin kuat antarunit sekolah. Dengan suasana kekeluargaan dan keterbukaan yang terbangun, seluruh pendidik diharapkan semakin solid dalam mewujudkan pembelajaran yang berkualitas dan berkelanjutan.

Tinggalkan komentar