Website Resmi SD Al Irsyad TICC Tegal

Ujian Sumatif: Nilai Akademik Vs Nilai Kehidupan

Tegal — SD Al Irsyad 02 Tegal program Tahfidz and International Curriculum Class (TICC) mulai melaksanakan Sumatif Tengah Semester (STS) I pada Senin (7/9/2026). Kegiatan STS akan berlangsung hingga Rabu, 16/9/2026, dan diikuti oleh seluruh siswa sesuai dengan jenjang dan ketentuan akademik yang telah ditetapkan sekolah.

Pelaksanaan STS menjadi salah satu bagian penting dalam proses pembelajaran untuk mengetahui sejauh mana capaian kompetensi siswa setelah mengikuti proses pembelajaran pada periode sebelumnya. Namun, bagi SD Al Irsyad 02 Tegal, STS memiliki makna yang jauh lebih luas daripada sekadar mendapatkan nilai akademik.

Sebelum pelaksanaan STS dimulai, Kepala SD Al Irsyad 02 Tegal, Ali Sumitro, S.Ag., M.Pd.I memberikan penekanan kepada seluruh dewan guru, khususnya para pengawas ujian, agar menjadikan pelaksanaan STS sebagai momentum untuk menanamkan nilai-nilai kehidupan kepada siswa.

Menurut kepala sekolah, nilai yang diperoleh siswa dalam lembar jawaban memang penting. Namun, terdapat nilai-nilai lain yang jauh lebih penting untuk dibawa siswa dalam kehidupan mereka.

“STS jangan hanya kita maknai sebagai kegiatan untuk mendapatkan nilai akademik. Ada nilai-nilai yang jauh lebih urgent dan jauh lebih penting untuk kehidupan anak-anak kita, yaitu nilai kejujuran, ketelitian, tanggung jawab, kedisiplinan, dan nilai-nilai kehidupan lainnya.” Pesan Ali.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya dapat dilihat dari angka yang tercantum dalam hasil penilaian. Pendidikan sejatinya juga harus mampu membentuk karakter dan kebiasaan baik yang akan melekat dalam diri siswa.

Dalam pelaksanaan STS, siswa diberikan kesempatan untuk menunjukkan kemampuan yang sebenarnya melalui usaha dan pengetahuan yang telah mereka miliki. Tidak menyontek, tidak mencari jawaban dari sumber yang tidak diperbolehkan, serta mengerjakan soal dengan kemampuan sendiri merupakan bentuk sederhana dari pendidikan kejujuran.

Kejujuran dalam ujian mungkin terlihat sebagai hal kecil. Namun, dari kebiasaan-kebiasaan kecil itulah karakter besar dibangun.

Seorang siswa yang terbiasa jujur ketika ujian diharapkan kelak mampu membawa nilai kejujuran tersebut dalam kehidupan yang lebih luas—ketika bekerja, bermasyarakat, menjalankan amanah, maupun ketika mengambil keputusan.

Selain kejujuran, pelaksanaan STS juga menjadi kesempatan bagi siswa untuk melatih ketelitian, tanggung jawab, kedisiplinan dan nilai-nilai kehidupan lainnya.

Nilai-nilai tersebut mungkin tidak seluruhnya tercantum dalam lembar hasil STS. Namun, justru nilai-nilai itulah yang akan menjadi bekal penting bagi siswa dalam perjalanan hidupnya.

Kepala sekolah juga mengimbau kepada seluruh dewan guru, khususnya para pengawas STS, agar tidak melewatkan kesempatan untuk menyampaikan pesan-pesan pendidikan karakter kepada siswa.

Pengawas tidak hanya bertugas memastikan pelaksanaan ujian berlangsung tertib dan sesuai ketentuan. Kehadiran guru di ruang ujian juga diharapkan menjadi bagian dari proses pendidikan yang membantu siswa memahami makna di balik setiap aktivitas yang mereka jalani.

Dengan demikian, ruang ujian tidak hanya menjadi tempat siswa menjawab soal, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran karakter.

Tinggalkan komentar