
Tegal–Di SD Al Irsyad TICC Tegal, pendidikan karakter tidak hanya diajarkan lewat kata-kata, tetapi juga melalui pembiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Dua di antaranya adalah menata sandal dengan rapi dan membuang sampah pada tempatnya. Meski terlihat kecil, kebiasaan ini memiliki makna besar dalam membentuk pribadi anak yang disiplin, peduli, dan bertanggung jawab. Saat anak-anak dengan senang hati menyusun sandal setelah beribadah atau membuang sampah pada tempatnya, sesungguhnya mereka sedang belajar menghargai keteraturan, menjaga kebersihan, serta memikirkan kenyamanan orang lain.
Namun, kami menyadari bahwa pembiasaan ini tidak akan kokoh jika hanya diterapkan di sekolah. Perlu adanya sinergitas antara sekolah dan orang tua agar budaya baik ini benar-benar tertanam dalam diri anak. Apa yang dilatih di sekolah akan semakin kuat jika dilanjutkan di rumah. Ketika orang tua juga memberi teladan menata sandal dengan rapi atau membuang sampah pada tempatnya, anak-anak akan melihat bahwa nilai-nilai tersebut bukan sekadar aturan sekolah, tetapi bagian dari gaya hidup yang harus dipraktikkan di mana saja.
Dengan kerja sama yang erat antara sekolah dan keluarga, pembiasaan sederhana ini akan menjelma menjadi budaya. Anak-anak tidak hanya tumbuh sebagai pribadi yang cerdas secara akademik, tetapi juga berkarakter mulia yang membawa kebaikan bagi lingkungannya. Karena sejatinya, membentuk karakter bukanlah hasil dari teori semata, melainkan buah dari teladan, kebiasaan, dan sinergi bersama.
