
Tegal–Belajar tidak selalu harus berlangsung di dalam ruang kelas. Terkadang, hamparan kebun dan semilir angin alam justru menjadi ruang belajar terbaik bagi anak-anak untuk mengenal kehidupan secara lebih nyata. Itulah pengalaman berharga yang dirasakan siswa kelas 2 SD Al Irsyad 02 Tegal program Tahfidz and International Curriculum Class (TICC) dalam kegiatan “Orang Tua Mengajar: Saatnya Orang Tua Menjadi Guru” pada Kamis, 21/5/2026.
Pada kesempatan istimewa ini, siswa mengikuti pembelajaran bertema “Edukasi Penanaman Buah Melon Premium” bersama Bapak Imam Basri, ayahanda dari ananda Syafia Natania Putri, siswi kelas 2. Kegiatan dilaksanakan langsung di kebun melon yang berlokasi di Mejasem, Kabupaten Tegal, sehingga para siswa dapat melihat, menyentuh, dan merasakan proses belajar secara nyata di tengah alam.

Sejak tiba di lokasi, wajah-wajah ceria para siswa tampak penuh rasa ingin tahu. Mereka diajak mengenal bagaimana sebuah buah melon tumbuh melalui proses yang panjang, mulai dari menyiapkan lahan, menanam bibit, merawat tanaman, hingga menjaga kualitas buah agar menghasilkan melon premium yang manis dan berkualitas.
Melalui penjelasan yang hangat dan sederhana, siswa belajar bahwa setiap hasil yang baik lahir dari kesungguhan, kesabaran, dan ketekunan. Anak-anak tidak hanya belajar tentang pertanian, tetapi juga belajar tentang nilai kehidupan — bahwa keberhasilan membutuhkan proses dan perawatan yang penuh perhatian.

Kegiatan semakin menarik ketika para siswa berkeliling kebun dan melihat langsung buah-buah melon yang menggantung segar di antara tanaman. Suasana belajar terasa hidup, menyenangkan, dan penuh pengalaman baru yang membekas di hati anak-anak.
Kepala SD Al Irsyad 02 Tegal, Ali Sumitro, S.Ag., M.Pd.I menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Menurutnya, program Orang Tua Mengajar merupakan bagian penting dalam membangun pendidikan yang kolaboratif antara sekolah dan keluarga.

“Anak-anak tidak hanya belajar teori, tetapi juga belajar langsung dari pengalaman nyata. Kegiatan seperti ini mengajarkan tentang proses, kerja keras, kesabaran, dan rasa syukur. Kami berharap kehadiran orang tua di ruang belajar mampu menjadi inspirasi bagi anak-anak untuk lebih semangat belajar dan menghargai setiap profesi,” ujar Ali.
Program ini menjadi salah satu bentuk nyata bahwa pendidikan terbaik hadir ketika sekolah dan orang tua berjalan bersama. Kehadiran orang tua di tengah proses belajar memberikan inspirasi tersendiri bagi siswa, sekaligus memperlihatkan bahwa setiap profesi dan pengalaman hidup memiliki nilai ilmu yang dapat dibagikan kepada generasi masa depan.

SD Al Irsyad 02 Tegal percaya bahwa anak-anak tidak hanya membutuhkan ilmu pengetahuan, tetapi juga pengalaman, keteladanan, dan kedekatan dengan kehidupan nyata. Semoga kegiatan Orang Tua Mengajar ini terus menjadi ruang tumbuh bagi lahirnya generasi yang cinta belajar, menghargai proses, dekat dengan alam, dan memiliki semangat untuk berkarya sejak usia dini.
