
Tegal – Ada cara unik yang dilakukan siswa SD Al Irsyad 02 Tegal dalam menyambut Hari Batik Nasional, Jum’at, (29/09). Alih-alih sekadar mengenakan atau menggambar motif batik dengan cara biasa, para siswa diajak berkreasi mewarnai gambar batik menggunakan bubuk kunyit dan detergen.
Kegiatan kreatif ini menjadi pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus memperkenalkan batik kepada siswa melalui aktivitas sederhana dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Bubuk kunyit yang selama ini dikenal sebagai bahan dapur dimanfaatkan sebagai pewarna alami, sementara detergen digunakan sebagai bagian dari teknik pewarnaan yang membuat proses mewarnai menjadi semakin menarik.
Dengan penuh antusias, siswa menuangkan kreativitas mereka pada gambar-gambar bermotif batik. Mereka mencoba memadukan warna, mengoleskan bahan, serta mengamati perubahan yang terjadi selama proses pewarnaan. Suasana belajar pun berlangsung penuh keceriaan karena siswa dapat belajar sambil bereksperimen.

Kegiatan ini tidak hanya mengasah kreativitas dan keterampilan motorik siswa, tetapi juga mengajarkan bahwa proses belajar dapat dilakukan dengan memanfaatkan bahan-bahan sederhana yang ada di sekitar. Dari kunyit dan detergen, siswa mendapatkan pengalaman bahwa sesuatu yang tampak biasa dapat menjadi media pembelajaran yang menarik.
Lebih dari sekadar kegiatan mewarnai, aktivitas tersebut menjadi momentum bagi siswa untuk mengenal dan mencintai batik sebagai salah satu warisan budaya Indonesia. Pengenalan batik sejak usia sekolah dasar diharapkan dapat menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya bangsa sekaligus mendorong siswa untuk terus berkreasi.
Melalui kegiatan kreatif ini, SD Al Irsyad 02 Tegal ingin menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya menyenangkan, tetapi juga bermakna. Hari Batik Nasional menjadi momentum untuk belajar budaya, bereksperimen, dan berkarya dengan cara yang sederhana namun penuh inspirasi.
Dari kunyit lahir warna, dari kreativitas tumbuh kecintaan pada budaya Indonesia.
