
Tegal–SD Al Irsyad 02 Tegal program Tahfidz and International Curriculum Class (TICC) kembali menggelar kegiatan EXOT (Examination of Authority), Senin-Selasa (13-14/04/2026). Kegiatan EXOT digelar sebagai bagian dari upaya sekolah dalam mengukur capaian kompetensi siswa secara lebih komprehensif. Bukan sekadar ujian biasa, EXOT menjadi momentum penting untuk menilai kemampuan siswa dalam bahasa asing (Bahasa Inggris dan Bahasa Arab) serta hafalan Al-Qur’an.
Kegiatan EXOT dirancang sebagai bentuk evaluasi autentik. Dalam bidang bahasa asing, siswa diuji tidak hanya pada aspek teoritis, tetapi juga kemampuan praktik, seperti percakapan (speaking). Bahasa Inggris dan Bahasa Arab yang selama ini dipelajari di kelas diuji dalam konteks nyata, sehingga siswa dituntut untuk mampu mengaplikasikan pengetahuan mereka secara langsung.

Sementara itu, pada sesi hafalan Al-Qur’an, suasana berubah menjadi lebih khidmat. Satu per satu siswa maju untuk menyetorkan hafalan mereka di hadapan para penguji. Lantunan ayat-ayat suci terdengar mengalun, menciptakan nuansa spiritual yang menenangkan sekaligus menggetarkan hati. Ujian ini tidak hanya menilai kelancaran hafalan, tetapi juga tajwid, makhraj, serta adab dalam membaca Al-Qur’an.
Yang menarik, dalam pelaksanaan EXOT ini, sekolah menghadirkan penguji dari luar, yang berasal dari kalangan profesional dan praktisi di bidangnya. Mr. Kenneth (native dari Australia) sebagai penguji bahasa Inggris. Ustadz Ma’arif Sya’bani (alumni Universitas Al Azhar, Mesir) sebagai penguji tahfidz, dan Ustadz Miftahurrahman (guru SMP Al Irsyad) sebagai peguji bahasa Arab.
Kehadiran penguji eksternal ini memberikan nuansa objektivitas dan meningkatkan kualitas penilaian. Selain itu, hal ini juga menjadi pengalaman berharga bagi siswa, karena mereka berinteraksi dengan penguji yang berbeda dari guru sehari-hari.

Kepala sekolah, Ali Sumitro, S.Ag., M.Pd.I dalam keterangannya menyampaikan bahwa EXOT merupakan salah satu program unggulan yang bertujuan untuk membentuk siswa yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan bahasa global serta kedekatan dengan Al-Qur’an.
“Melalui EXOT, kami ingin memastikan bahwa siswa benar-benar memiliki kompetensi nyata, bukan sekadar memahami materi di atas kertas. Ini adalah bentuk keseriusan kami dalam mencetak generasi yang unggul, berwawasan luas, dan berakhlak Qur’ani,” ujarnya.
Para orang tua pun menyambut baik kegiatan ini. Mereka melihat EXOT sebagai sarana untuk mengetahui perkembangan anak secara lebih objektif, sekaligus menjadi motivasi bagi siswa untuk terus meningkatkan kemampuan mereka.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, sekolah kembali menegaskan komitmennya dalam membangun generasi masa depan yang tidak hanya cakap berbahasa, tetapi juga kokoh dalam nilai-nilai Al-Qur’an.
